Sebelum
ke penjelasan lebih dalam mengenai Blockchain, mari kita bayangkan terlebih dahulu jika ada sebuah buku ajaib. Buku tersebut
bisa di-copy dengan jumlah yang sangat
banyak sehingga semua orang memiliki buku tersebut. Contoh ada satu orang
bernama Tony , dia merubah isi dari buku ajaib miliknya, maka isi buku ajaib
milik teman-temannya pun akan berubah. Ini merupakan konsep yang disebut
Blockchain, dimana informasi didistribusikan secara desentralisasi, artinya
semua orang bisa menjadi administrator. Sehingga
informasi tersebut tidak disimpan pada suatu lembaga yang terpusat. Jika
informasi disimpan di suatu lembaga terpusat, hacker akan sangat mudah dalam merubah informasi tersebut.
Blockchain teknologi merupakan database
terdesentralisasi yang menyimpan aset dan transaksi dengan cara peer-to-peer network (jaringan yang memungkinkan
terhubungnya satu komputer dengan semua komputer lain, sehingga tidak ada yang
menjadi komputer pusat). Pada dasarnya Blockchain
menyimpan data tentang siapa mempunyai apa dan siapa bertransaksi dengan siapa.
Transaksi tersebut diamankan dengan kriptografi. Dari waktu ke waktu, sejarah
transaksi tersebut terkunci kedalam blok data, yang kemudian secara kriptografis
dihubungkan bersama dengan aman, yang akhirnya menciptakan rekaman/data yang
kekal dari seluruh transaksi di jaringan ini. Rekaman tersebut digandakan di
seluruh komputer yang menggunakan jaringan ini. Rekaman/data tersebut tidak disimpan pada
lembaga terpusat (Desentralisasi). Hal ini berimplikasi sangat sulitnya meretas
sistem ini, karena jika meretas sistem ini sama saja dengan menghancurkannya.
Banyak industri antara 5 hingga
10 tahun kedepan yang berkemungkinan digantikan oleh Blockchain. Industri Perbankan contohnya, teknologi Bitcoin merupakan mata uang digital
yang berlandaskan Blockchain dan menggunakan
kriptografi untuk keamanan, menyebabkan tidak mungkin dapat dipalsukan. Saat
ini terdapat start-up bernama ABRA yang
berkerja pada bidang pengiriman uang menggunakan Bitcoin, lalu banyak pula bank seperti Barclays yang mengadopsi
teknologi Blockchain agar operasi
bisnis mereka menjadi lebih cepat, efisien dan aman. Diperkirakan sekitar 15% bank
di dunia akan menggunakan teknologi Blockchain
pada akhir 2017.
Sistem pemilihan umum secara voting bisa tergantikan oleh teknologi Blockchain. Alur pada sistem pemilihan umum yang digunakan saat ini adalah rakyat memilih calon di TPS (Tempat Pemungutan Suara) lalu hasil perhitungan jumlah suara tersebut dikumpulkan secara terpusat oleh suatu lembaga seperti KPU. Dalam kasus ini, sangat mungkin terjadi beberapa masalah seperti identitas ganda, kesalahan perhitungan, hingga kecurangan perhitungan yang dilakukan secara sengaja oleh lembaga tersebut. Untuk mencegah hal tersebut teknologi Blockchain bisa digunakan, teknologi ini bisa memverifikasi bahwa setiap warga negara hanya memiliki satu identitas. Lalu saat pemilu dimulai, jika ada satu orang yang memilih calon tertentu, data tentang jumlah suara akan berubah dan diketahui oleh seluruh rakyat. Start-up yang sedang dikembangkan berkaitan dengan bidang ini adalah DemocracyEarth dan FollowMyVote.
Selanjutnya sistem penjualan retail juga bisa tergantikan oleh teknologi Blockchain karena pada sistem penjualan retail seperti toserba, supermarket, dan pedagang kaki lima belum 100% bisa dipercaya oleh pembeli. Jika barang yang dijual berupa makanan, terkadang barang tersebut sudah lewat dari tanggal kadaluarsanya. Sehingga secara tidak langsung pembeli dipaksa percaya kepada middleman yang merupakan toserba tersebut. Dengan teknologi Blockchain, penjualan bisa dilakukan secara direct selling dari penjual ke pembeli tanpa perantara berupa supermarket. Start-up yang sedang menggeluti bidang ini adalah OpenBazaar dan OB1.
Dapat disimpulkan bahwa Blockchain merupakan teknologi yang akan membawa perubahan di masa depan. Salah satu faktornya adalah teknologi ini akan membangun kepercayaan yang lebih tinggi di masyarakat yang mana kepercayaan itu sangat sulit didapat pada saat ini. Selain itu, keamanan tingkat tinggi merupakan ciri khas dari teknologi ini. Dapat diperkirakan selain beberapa bidang yang disebutkan di atas, akan ada banyak bidang lainnya yang berlandaskan Blockchain.
Referensi:











